BARU-BARU ini seorang dewan penasihat sebuah parpol besar berkoarkoar. Koar-koarnya disiarkan televise swasta. Katanya, sudah bukan waktunya lagi bagi bangsa Indonesia untuk terus-menerus mengungkit-ungkit sejarah masa silam. Indonesia harus segera menatap ke masa depan.
Ucapan tersebut jelas mengindikasikan adanya persepsi keliru dalam memahami sejarah atau peristiwa masa lalu. Indonesia bukan "Never never Land" yang menggantung di awangawang dalam cerita Peter Pan. Realitas kita masa lalu, masa kini, dan masa depan tidak saling terpisah.
Indonesia tidak bisa muncul dan tibatiba berumur 63 tahun. Ada jasa dua proklamator Bung Karno dan Bung Hatta serta para pejuang pada 1945. Iklim demokrasi multipartai saat ini, misalnya, tidak bisa dilepaskan dari jasa Hendrawan Sie dkk serta jasa para aktivis yang dihilangkan menjelang lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998.
Ping dolo 12 3 4 5 6 7 8 9 10
iTheme Techno Blogger by Black Quanta. Theme & Icons by N.Design Studio. Distributed by eBlog Templates