JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan melambungnya inflasi bukan hanya disebabkan dorongan biaya. Tetapi juga konsekuensi dari laju pertumbuhan ekonomi yang ditopan oleh konsumsi.

Karena itu, kata Menkeu, kebijakan kenaikan BI rate sudah tepat untuk meredam inflasi.

"Inflasi kalau dilihat dari komposisinya, berasal dari faktor biaya seperti harga minyak, pangan, itu adalah faktor cost push, bukan dari faktor moneter. Namun. perekonomian kita sampai satu semester ini kan growth-nya tinggi," kata Sri Mulyani di kantornya Kamis malam (4/9). Pertumbuhan ekonomi hingga Semester I-2008 mencapai 6,3 persen.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan konsumsi yang cukup tinggi ini membuktikan inflasi juga disebabkan faktor permintaan. "Kalau ada faktor demand-nya, salah satu caranya dengan menaikkan suku bunga," kata Ani, sapaan Sri Mulyani.

Dengan kenaikan BI rate sebesar 25 bps menjadi 9,25 persen, kata Ani, BI sudah mengukur faktor permintaan yang memengaruhi inflasi. Sedangkan di sisi pemerintah, akan memperbaiki sisi suplai. "Tugas pemerintah adalah memperbaiki jalan, jembatan, menambah stok makanan, supaya inflasi dari sisi suplai struktural turun," katanya.

Gubernur BI Boediono mengatakan bank sentral menginginkan adanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang wajar dan inflasi yang tepat sasaran. Perbankan juga mulai harus waspada dalam menyalurkan kredit. Yakni dengan tetap menggunakan prinsip kehati-hatian.

"Jadi dengan sinyal yang kita berikan, diharapkan bank mulai menyesuaikan," kata Boediono.

Pertumbuhan kredit hingga pekan ketiga Agustus sudah mencapai lebih dari 35 persen. Pengucuran kredit yang terlalu besar ini juga disebut-sebut sebagai pemicu inflasi.

Pada 2009, inflasi ditargetkan berada di kisaran 6,5-7,5 persen. Inflasi Agustus mencapai 0,51 persen, sehingga secara tahunan mencapai 11,85 persen. Inflasi Januari-Agustus mencapai 9,54 persen. BI memperkirakan inflasi akhir tahun berada di posisi 11,5-12,5 persen.

Ping dolo 12 3 4 5 6 7 8 9 10

0 komentar

Poskan Komentar

Langgan: Poskan Komentar (Atom)